Barulah aku baru tahu bahwa tempat tujuan para peserta adalah daerah perbukitan, yang warga setempat menyebutnya dengan Gunung Bugel yang terletak di Desa Warugunung Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang. Perlu digaris bawahi bahwa kegiatan tapak tilas yang digalangi oleh Fokmas & Kethek Ogleng ini mereview peristiwa “Perang Lasem”. Dalam peperangan tersebut ada 3 ras yang melebur menjadi 1 dengan tujuan yang sama yaitu mengusir penjajah Belanda dari bumi pertiwi. Dari ketiga ras, yaitu ras pribumi, ras ulama, dan ras tionghoa. Makam yang kita kunjungi inilah makam dari pemimpin dari ras tionghoa yang bernama Oeing Kiat.
Oh iya kembali ke perjalanan lagi, akhirnya rombongan sampai dirumah maupun warung yang berada diujung jalan. Diwarung inilah para peserta mempersiapkan diri untuk pendakian bukit (Gunung Bugel). Untuk mendaki bukit yang satu ini disarankan atributnya tidak usah LEBAY, seperti pakek celana jeans, sendal jepit, pakek singlet ataupun tenktop. Ya disesuaikan sajalah pakaian & peralatan yang mendukung pendakian bukit terjal dan curam.

Didepan Warung
Continue Reading »
Like this:
Be the first to like this post.